Jumat, 30 Oktober 2015

Review Buku

Saya memilih buku ini karna saya sedang mengerjakan makalah dan saya senang. kebutulan ada tugas suruh review buku, yaudalah ya saya pake buku yang saya suka. saya tidak akan me-review semua. saya akan me-Riview tentang piutang saja.

Apa saja jenis piutang?

Piutang dagang (account receivable) merupakan klaim yang muncul dari penjualan barang dagang ataujasa dan tidak didukung oleh surat tertulis. Piutang dagang hendaknya dibedakan dari akural, wesel tagih, dan aktiva-aktiva lainnya. Karena piutang dagang hanya berkaitan dengan penjualan barang dagang atau pendapatan jasa, yang merupakan urat nadi perusahaan.

Piutang wesel (notes receivable) lebih formal daripada piutang dagang. Dalam perjanjian piutang wesel, debitor berjanji secara tertulis untuk membayar kepada kreditor dana sejumlah tertentu dimasa akan datang, pada tanggal jatuh temponya. Dokumen tertulis yang disebut promes ini berfungsi sebagai bukti piutang.

Pengakuan Piutang Dagang
Pengakuan pendapatan dari penjualan kredit berlandaskan pada kriteria pengakuan pendapatan. Yakni, pendapatan diakui manakala terjadi realisasi ( yaitu sumber daya bukan kas ditukar dengan kas atau hak atas kas) dan pendapatan diperoleh (yakni proses perolehan sudah selesai). Jumlah rupiah dari penjualan kredit dicatat sebagai pendapatan dan piutang dagang.
 PENCATATAN PIUTANG RAGU-RAGU
Perusahaan biasanya mempunyai beberapa pelanggan yang tidak sanggup membayar atau tidak akan melunasi utang mereka. Rekening pelanggan seperti itu umumnya disebut piutang tidak tertagih, atau piutang ragu-ragu, dan merupakan suatu kerugian atau beban penjualan secara kredit. Dalam akuntansi, kerugian penjualan kredit akan didebit ke beban piutang ragu-raguatau beban tak tertagih. Kerugian seperti ini dianggap lazim dan merupakan risiko memutar roda bisnis secara kredit.
Mengapa perusahaan menjual secara kredit jikalau mereka memprediksi bahwa sejumlah piutang dagangnya tidak akan dilunasi oleh pelanggannya? Terdapat beberapa alasan perusahaan melakukan penjualan secara kredit. Yaitu :
1. Karena perusahaan berharap dapat menjual lebih banyak ketimbang jika hanya menjual secara tunai saja. Dengan menjual secara kredit, perusahaan dapat menggelembungkan pendapatan mereka.
2. Kadangkala lebih menyenangkan untuk menjual secara kredit ketimbang tunai.
3. Manajemen menyakini bahwa pemberian kredit akan mendorong pembeli untuk membeli sebuah barang yang kemungkinan tidak akan dibelinya jikalau barang tadi dijual secara tunai.
Dari sudut akuntansi, ketidakterelakkan munculnya piutang ragu-ragu akan menggerogoti kas yang diharapkan dapat ditagih dari piutang dagang. Dengan demikian, piutang ragu-ragu akan menguranggi nilai piutang dagang yang akan dicantumkan pada neraca. Kerugian piutang seharusnya tidak dicatat karena kriteria pengakuan pendapatan (yakni, adanya kepastian penagihan kas) tidak dapat dipenuhi untuk penjualan tersebut. Akibatnya, piutang dagang maupun laba bersih akan dinilai terlalu tinggi jikalau piutang ragu-ragu tadi diabaikan (tidak diperhitungkan dalam penilaian piutang dagang).
Beban piutang ragu-ragu mempunyai implikasi laporan laba rugi dan neraca bagi perusahaan. Pada laporan laba rugi, jumlah beban piutang ragu-ragu yang memadai mesti dikaitkan dengan pendapatan penjualan yang dihasilkannya. Beban piutang ragu-ragu merupakan beban pada periode berjalan karena adanya piutang dagang yang pada akhirnya tidak tertagih. Pencatatan biaya piutang yang tidak tertagih sebagai beban piutang ragu-ragu konsisten dengan perlakuan biaya lainnya yang berkaitan dengan penjualan yang juga diperlakukan sebagai beban. Beban piutang ragu-ragu mestilah diukur, dicatat, dan dilaporkan. Terdapat dua metode untuk mengukur piutang ragu-ragu : metode cadangan dan metode penghapusan langsung.




2.1 Metode Cadangan
Metode cadangan mensyaratkan pengakuan beban piutang ragu-ragu dalam periode di mana terjadi penjualan, bukan dalam periode dimana terjadipenghapusan sesungguhnya. Metode cadangan ini mencatat kergugian piutang dagang berdasarkan estimasi. Estimasi ini biasanya dicatat melalui ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun.
Metode cadangan mempunyai dua keunggula. Yaitu :
1. metode ini konsisten dengan prinsip pengaitan karena beban piutang ragu-ragu dibebankan ke periode yang sama dimana pendapatan diakui.
2. piutang dagang dan neraca akan mencermikan jumlah yang sesungguhnya diharapkan akan ditagih karena estimasi piutang ragu-ragu diperlihatkan sebagai suatu pengurangan dari piutang dagang.

2.2 Pencatatan Piutang Ragu-ragu
Diasumsikan sebagai berikut :
31 Desember 2003 PT. Anjungan Nebula melakukan penjualan kredit selama tahun 2003 sebesar Rp. 260.000.000 dan pengalaman penagihan masa lalu menetapkan taksiran beban piutang ragu-ragu sejumlah Rp. 4.800.000. jurnal penyesuaian pada akhir tahun untuk mencatat taksiran piutang yang tertagih yang dibuat oleh PT. Anjungan Nebula adalah sebagai berikut :
31 Des             Beba Piutang ragu-ragu                      Rp. 4.800.000
                                    Cadangan Piutang ragu-ragu              Rp. 480.000
(Untuk mencatat taksiran piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu)
Saldo-saldo rekening pada 31 Desember 2003 akan tampak sebagai berikut :
Piutang Dagang                                                          Penjualan
01/12 260.000.000                                                                                          01/12 260.000.000
Saldo 260.000.000                                                                                          Saldo 260.000.000

Beban Piutang Ragu-ragu                                           Cadangan Piutang Ragu-ragu
31/12 4.800.000                                                                                              31/12 4.800.000


Laporan keuangan per 31 Desember 2003 akan muncul seperti ini :
LAPORAN LABA RUGI :                                                                         2003
Pendapatan:
            Pendapatan penjualan                                                                         Rp. 260.000.000
Beban:
            Beban piutang ragu-ragu                                                                     Rp. 4.800.000
NERACA :                                                                                        31 DESEMBER 2003
Aktiva Lancar :
            Piutang Dagang                                                                                  Rp.260.000.000
            Kurang: Cadangan piutang ragu-ragu                                                 Rp. 4.800.000
            Piutang dagang bersih                                                                         Rp. 255.200.000

2.3 Pencatatan Penghapusan Piutang Ragu-Ragu
Penghapusbukuan piutang dagang adalah mengurangi saldo piutang dagang pelanggan menjadi nol. Ayat jurnal untuk melakukan hal ini terdiri atas pengkreditan rekening piutang dagang dan pendebitan rekening cadangan piutang ragu-ragu.
Contoh : pada 16 Februari 2004 PT. Anjungan Nebula menghapusbukuan piutang dagang ini adalah sebagai berikut
16 Feb             Cadangan piutang ragu-ragu               Rp. 1.200.000
                                    Piutang dagang                                   Rp. 1.200.000
(Untuk mencatat penghapusbukuan piutang dagang CV. Melawai)
Penghapusan langsung hanya mempengaruhi rekening-rekening neraca. Penghapusan rekening mengurangi piutang dagang dan cadangan piutang ragu-ragu. Nilai yang dapat direalisasikan pada neraca akan tetap sama, seperti yang didapaparkan dibawah ini :
                                                            Sebelum Penghapusan            Setelah Penghapusan
Piutang Dagang                                  Rp. 260.000.000                     Rp. 258.800.000
Cadangan Piutang Ragu-ragu             (4.800.000)                              (3.600.000)
Nilai Realisasi tunai                            Rp.255.200.000                      Rp. 255.200.000        

2.4 Pemulihan Piutang Ragu-Ragu
Contoh : Pada 4 Mei 2004 CV. Melawai melunasi utangnya Rp. 1.200.000 kepada PT. Anjungan Nebula pada 16 februari 2004.
Entri pertama yang dibuat oleh PT. Anjungan Nebula adalah sebagai berikut
04 Mei             Piutang Dagang                                              Rp. 1.200.000
                                    Cadangan piutang ragu-ragu                           Rp. 1.200.000
(Untuk mencatat pemulihan piutang dagang CV. Melawai)

-Entri kedua yang dibuat oleh PT. Anjungan Nebula adalah sebagai berikut :
04 Mei             Kas                                          Rp. 1.200.000
                                    Piutang Dagang                      Rp. 1.200.000
(Untuk mencatat pelunasan piutang dagang oleh CV. Melawai)

Contoh :
Pada 12 mei 2003. PT. Anjungan nebula menjual barang dagangannya secara kredit kepada CV. Wahana senilai Rp. 120.000.000 dengan termin 4/10, n/30. Pada 16 mei 2003 PT. Anjungan Nebula mengembalikan barang dagangan seniali Rp. 22.000.0000kepada PT. Anjungan Nebula. Pada 20 mei 2003 PT. Anjungan Nebula menerima  pembayaran dari CV. Wahana untuk pembelian barang dagangan sebelumnya.
Jawab :
12 Mei             Piutang Dagang (CV . Wahana)         Rp. 120.000.000
                                    Penjualan                                             Rp. 120.000.000
(Untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit)
16 Mei             Retur Penjualan                                   Rp. 22.000.000
                                    Piutang Dagang (CV. Wahana)          Rp. 22.000.000
(Untuk mencatat barang dagangan yang dikembalikan oleh CV. Wahana)


20 Mei             Kas                                                      Rp. 94.080.000
                        Pot. Penjualan                                     Rp. 3.920.000
(4% x 98.000.000)
                        Piutang Dagang (CV. Wahana)                      Rp. 98.000.000
(120.000.000 – 22.000.000)
(Untuk mencatat pelunasan piutang dagang oleh CV. Wahana)

Piutang Wesel
Surat promes adalah suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang. Surat promes dapat pula dipakai :
1. Pada saat individu dan perusahaan meminjam dana.
2. Pada saat jumlah transaksi dan periode kredit melewati batas normal.
3. Dalam penyelesaian piutang dagang.
Oleh karena itu, piutang wesel diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Di lain pihak, pembuat suatu proses menganggapnya sebagai utang wesel dalam bagian kewajiban jangka pendek pada neracanya. Piutang wesel memberikan kepada pemegang suatu klaim legal yang lebih kuat atas aset-aset pihak berutang ketimbang piutang dagang. Sebagaimana halnya piutang dagang, piutang wesel dapat dengan cepat dijual kepada pihak lainnya.

3.2 Penentuan Jatuh Tempo Piutang Wesel
Tanggal jatuh tempo adalah tanggal untuk pembayaran promes. Sebagai umpama promes 4 bulan yang bertanggal 1 januari akan jatuh tempo pada 1 Mei. Apabila tanggal jatuh tempo dinyatakan dalam hari, maka perlu dihitung jumlah hari ini, tanggal promes diterbitkan tidaklah dimasukan dalam perhitungan, sedangkan jatuh tanggal jatuh temponya dimasukkam.
Contoh :
Promes 60 hari betanggal 17 juli akan jatuh tempo pada 15 september, yang dihitung sebagai berikut:
Termin Promes                                    60 hari
Juli(31-17)                   14
Agustus                       31                    45
Tanggal Jatuh Tempo                          15 September






3.3 Penentuan Jangka Waktu Piutang Wesel
Jangka waktu promes adalah lamanya waktu antara pnerbitan surat promes dan tanggal jatuh temponya.
Contoh :
Sebuah promes yang diterbitkan pada tanggal 10 Mei akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus. Jangka waktu promes tersebut adalah 90 hari, yang ditentukan dengan cara demikian :
Jumlah hari yang tersisa pada bulan mei(31-10)                     21
Jumlah hari untuk bulan juni                                                   30
Jumlah hari untuk bulan juli                                                    31
Jumlah hari untuk bulan agustus                                             10
            Jumlah keseluruhan                                                     92 hari

3.4 Pencatatan Penerimaan Piutang Wesel
Kadangkala sebuah perusahaan menerima promes (piutang wesel) tatkala menjual barang dagangan berharga tinggi; namun yang sering terjadi adalah bahwa promes diterima sebagai pengkonversian piutang dagang yang sudah jatuh tempo. Manakala seorang pelanggan tidak melunasi utang dagangnya yang sudah jatuh tempo, perusahaan (kreditor) dapat mendesak pelanggan (debitor) tersebut untuk menyerahkan promes sebagai pengganti piutang dagangnya.
Contoh :
Pada 1 november 2004 CV. Alan Raya membeli bahan-bahan kimia seharga Rp. 200.000 dari PT. Dunia Kimia. CV. Alan Raya menyerahkan promes bernilai nominal Rp. 200.000, 90 hari, dan berbungga 20% per tahun kepada PT. Dunia Kimia. PT.Dunia Kimia akan mencatat transaksi pembelian ini dengan entri sebagai berikut
01 Nov                        Piutang Wesel (CV. Alan Raya)         200.000
                                    Penjualan                                             200.000
(Untuk mencatat penjualan dan piutang wesel)
Pada saat sebuah perusahaan menerims promes dalam transaksinya selain dari prnjualan barang-barang, maka transaksi biayanya untuk mengkonversikan piutang dagangnya sebelum menjadi piutang wesel. Anggaplah CV. Alan Raya menyerahkan promes diatas untuk melunasi piutang dagangnya yang akan jatuh tempo.
01 Nov            Piutang Wesel(CV. Alan Raya)          200.000
                                    Penjualan                                             200.000
(Untuk mencatat pemberian piutang wesel untuk melunasi piutang dagang)

3.5 Penghitungan Bunga Piutang Wesel
Piutang wesel biasanya menetapkan bunga yang harus dibayar selama periode antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo. Piutang wesel yang jangka waktunya melebihi satu tahun umumnya menentukan bunga yang harus dibayar setiap 4 bulan, setengah tahun, atau interval waktu lainnya.
Rumus untuk menghitung bunga dari piutang wesel berbunga adalah :
NILAI NOMINAL PROMES X TARIF BUNGA TAHUNAN X WAKTU = BUNGA

3.6 Penentuan Nilai Jatuh Tempo dan Pencatatan Pendapatan Bunga Piutang Wesel
Nilai jatuh tempo adalah jumlah hasil dari sebuah promes pada tanggal jatuh tempo. Besarnya nilai jatuh tempo adalah nilai nominal ditambah bunga.
Contoh :
Nilai jatuh tempo piutang wesel dengan jangka waktu 90 hari, bunga 10% dan bernilai nominal Rp. 100.000 yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus akan dihitung sebagai berikut:
Nilai jatuh tempo        = nilai nominal + bunga
                                    = 100.000 + (100.000 X 10/100 X 90/365)
                                    = 100.000 + 2.465
                                    = Rp. 102.465
Ayat jurnal untuk mencatat pendapatan bunga pada saat pelunasan piutang wesel terebut adalah :
1 Agustus        Kas                                          102.465
                                    Piutang Wesel                         100.000
                                    Pendapatan Bunga                  2.465
(Untuk mencatat penerimaan pembayaran piutang wesel)

3.7 Penghimpunan Bunga Piutang Wesel Sebelum Penerimaan Pembayaran
Jika pihak terbayar mengakhiri periode akuntansinya selama termin piutang wesel, maka terbayar harus menghimpun pendapatan bunga pada saat akhir periode akuntansi setara dengan jumlah termin piutang wesel yang telah berlalu hingga saat akhir tersebut.

3.8 Pendiskontoan Piutang Wesel
Karena piutang wesel merupakan janji kontraktual untuk membayar uang pada masa yang akan datang. Piutang wesel dapat dinegosiasikan. Ahli-ahli perusahaan menadatangani lembaga keuangan dan menukarkan surat promes tersebut dengan kas. Tindakan perusahaan ini disebut pendiskontoan.
Rumus untuk menghitung diskonto adalah :
DISKONTO = NILAI JATUH TEMPO X TARIF DISKONTO X JANGKA WAKTU DISKONTO


 DAFTAR PUSTAKA
Simamora, Henry. 2002. Akuntansi Bisnis Pengambilan Keputusan Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS 4

Biaya modal adalah sebuah konsep dinamis yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor ekonomi dan perusahaan. Struktur dasar dari biaya modal...