Kamis, 26 November 2015

Makalah Model Data Relasional

MAKALAH
Model Data Relasional




Disusun Oleh :
NAMA       : Diah Putri Sani
NPM           : 42214960
KELAS       : 2DA02

Universitas Gunadarma

PTA 2015 / 2016


KATA PENGANTAR

 Bismillahirrahmanirrahim. Puji syukur penulis hatur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-nya sehingga ini dapat terwujud. Untuk itu penulis sampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi.

Harapan penulis, makalah ini dapat memberi tuntunan konseptual yang praktis bagi mereka, baik praktisi maupun mahasiswa dalam memahami basis data. Penulis menyadari, isi maupun cara penyampaian makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para membaca sehingga penulis bisa mengembangangkan buku ini menjadi lebih baik.
                                                                                        

Bekasi, November 2015


Diah Putri Sani

PENGERTIAN MODEL DATA RASIONAL DAN CONTOH TABEL

Model Relasional merupakan model data yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang sederhana dibandingkan dengan model jaringan/network atau model hirarki. Bentuk yang sederhana ini membuat pekerjaan seorang programmer menjadi lebih mudah, yaitu dalam melakukan berbagai operasi data (query, insert, update, delete, dan lainnya).

Model Data Relasional adalah model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi,  yang terdiri dari baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

Terdapat beberapa cara untuk menangani atau memodelkan data diantaranya adalah :
1. Model Relational 
Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan oleh sejumlah tabel dan masing-masing tabel terdiri dari beberapa kolom yang namanya unique. Model ini berdasarkan notasi teori himpunan (set theory), yaitu relation.
  
2. Model Jaringan 
Model dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan N:M 

3. Model Hirarki
Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan link (pointer), dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen dan memiliki hubungan cardinalitas 1:1 dan 1:M

 Diantara tiga model tersebut model Relasional adalah yang paling sering dipakai. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.Basisdata relational adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki hubungan relasi secara matematika dan logika. Hubungan relasi antar tabel pada umumnya berupa query, yakni tata aturan relasi yang sudah disusun berdasarkan desain dan teknik basis data tertentu yang digunakan. Query menjelaskan hubungan antar tabel secara matematika dan logika. Query terdiri dari operasi-operasi matematika dan logika yang diterapkan pada sekumpulan tabel.


Kelebihan Model Relasional
Model Relasional merupakan model data yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang sederhana dibandingkan dengan model jaringan/network atau model hirarki. Bentuk yang sederhana ini membuat pekerjaan seorang programmer menjadi lebih mudah, yaitu dalam melakukan berbagai operasi data (query, insert, update, delete, dan lainnya).

Istilah-Istilah dalam Model Relasional
Relasi
berdasarkan definisi matematika, adalah sebuah himpunan bagian dari perkalian kartesian dari sekumpulan domain. Dalam model relasional, relasi dapat direpresentasikan dengan tabel.

Atribut
adalah kepala/header dari setiap kolom yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MHS sebelumnya, atribut yang ada adalah NPM, Nama, dan Alamat.

Tupel
adalah sebuah baris dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MKUL sebelumnya, salah satu tupelnya adalah (KU122, Pancasila, 2).

Domain
adalah sekumpulan nilai yang valid untuk setiap atribut yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel NILAI sebelumnya, domain dari atribut FINAL adalah angka 0 sampai 100.

Derajat
adalah jumlah atribut yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MHS sebelumnya, derajat dari relasinya adalah 3.

Kardinalitas
adalah jumlah tupel yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MKUL sebelumnya, kardinalitas dari relasinya adalah 3.

Relational Keys
Super Key
adalah sebuah atau sekumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MHS sebelumnya, super key yang mungkin adalah (NPM), (NPM, Nama), (NPM, Alamat), (Nama, Alamat), dan (NPM, Nama, Alamat).

Candidate Key
adalah super key yang himpunan bagian yang sebenarnya tidak ada yang menjadi super key juga. Berdasarkan contoh super key sebelumnya, candidate key yang mungkin adalah (NPM) dan (Nama, Alamat). Atribut Nama dan Alamat dapat dijadikan candidate key jika kombinasi keduanya bisa menjadi pengidentifikasi yang unik untuk sebuah tabel relasi.   

Primary Key
adalah candidate key yang dipilih sebagai pengidentifikasi unik untuk sebuah tabel relasi. Berdasarkan contoh candidate key sebelumnya, primary key yang dipilih adalah (NPM), karena nilai NPM sangat unik dan tidak ada 2 mahasiswa yang memiliki NPM yang sama.

Alternate Key
adalah candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key. Berdasarkan contoh candidate key sebelumnya, alternate key adalah (Nama, Alamat).

 Relational Integrity Rules
NULL
adalah nilai sebuah atribut yang tidak diketahui atau tidak ada pada sebuah tupel dalam tabel relasi. Misalnya pada contoh tabel MHS sebelumnya, seorang mahasiswa tidak diketahui alamatnya sehingga pada tupel yang mengidentifikasi mahasiswa tersebut nilai dari atribut alamat diisi dengan NULL.

Entity Integrity
adalah sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap tabel relasi harus mempunyai sebuah primary key, dan atribut/sekumpulan atribut yang dipilih sebagai primary key harus mempunyai nilai dan nilai tersebut harus unik dan tidak NULL.

Referential Integrity
adalah sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap atribut sebuah tabel relasi yang menunjuk ke tabel relasi lainnya harus merupakan hubungan yang valid. Berdasarkan contoh tabel MKUL dan NILAI sebelumnya, nilai atribut KDMK pada tabel NILAI harus merupakan data yang ada dan valid pada tabel MKUL yang ditunjuknya.

Referensi :
– Database System Concepts Silberschatz-Korth-Sudarshan, McGraw Hill, Fourth 
Edition, 2002.
https://busmaniar29.wordpress.com/2013/01/06/model-data-relasional/

Rabu, 25 November 2015

PIUTANG

Piutang merupakan tagihan atau berupa harta yang dimiliki perusahaan dan masih berada di pihak lain karena terjadinya pinjaman.

Jenis-jenis piutang :
1. Piutang usaha 
Penjualan yang dilakukan secara kredit oleh perusahaan kepada pihak lain.

2. Wesel tagih atau piutang wesel 
Surat yang di berikan debitur kepada kreditur.
Debitur ialah pihak yang menerima pinjaman atau orang yang berhutang sedangkan kreditur ialah orang yang memberi pinjaman kepada debitur.

3. Piutang lain-lain 
Tagihan yang belum diberikan oleh pihak debitur selain transaksi penjualan maupun wesel tagih.

Anggaran piutang merupakan suatu rencana yang merencanakan secara terperinci tentang jumlah piutang yang akan diperoleh perusahaan beserta perubahan-perubahan dari waktu ke waktu selama periode di masa yang akan datang.

Manfaat adanya anggaran piutang ini diantaranya :
1. Upaya untuk meningkatkan omxet penjualan sebagai suatu keuntungan bagi perusahaan dapat ditingkatkan.
2. Pada jenis usaha tertentu dapat menciptakan suatu keuntungan yang dapat dikendalikan dan di rencanakan agar dapat menciptakan keuntungan tambahan tertentu bagi perusahaan.
3. Dapat mempererat tali kerjasama antara perusahaan dengan yang lain, sehingga  dapat terjadi hubungan timbal balik yang selaras.

Senin, 09 November 2015

Pengawasan Kas 2

Kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar baik berupa uang kertas maupun uang logam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
sedangkan pengawasan ialah suatu bentuk kegiatan untuk mengevaluasi beberapa kegiatan yang pernah perusahaan kita lakukan.

Tujuan adanya pengawasan dan pengendalian kas adalah agar data yang disampaikan oleh perusahaan bersifat dapat diuji kebenarannya melalui suatu bentuk pelaporan dan tidak adanya korupsi yang terjadi di dalam perusahaan.


Apa yang dimaksud Rekonsiliasi bank?
Rekonsiliasi bank adalah suatu bentuk pengawasan kas dengan cara membandingkan data keuangan perusahaan dengan data menurut saldo Bank. Jadi, dengan adanya suatu Rekonsiliasi bank, kita dapat mengetahui kesalahan maupun apa saja yang belum di catat dalam perusahaan maupun Bank.

Pos-pos yang ada di dalam rekonsiliasi bank  :

1. Setoran dalam Perjalanan (Deposite in transit)
adalah suatu setoran yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, namun Bank belum mencatat setoran tersebut di bulan berikutnya sehingga menambah saldo kas bank.

2. Cek yang masih beredar (Outstanding Check)
adalah  suatu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, namun pihak bank belum mencairkan uang tersebut sehingga mengurangi saldo kas bank.

3. Pelunasan piutang dagang
adalah apabila pihak yang meminjam uang perusahaan sudah melunasi hutangnya kepada perusahaan melalui bank, namun perusahaan tersebut belum mendapatkan uang tersebut sehingga biasanya menambahkan saldo kas perusahaan.

4. Biaya bank
adalah biaya yang harus dibayar oleh perusahaan. namun, perusahaan terkadang lupa untuk membayarnya sehingga pada pencatatan Rekonsiliasi bank, perusahaan harus mengurtangi saldo kas perusahaan.

5. Cek Kosong
adalah cek yang sudah dikeluarkan dengan sejumlah uang yang tercantum di dalamnya, namun tidak adanya nama penerima sehingga mengurangi ssaldo kas perusahaan.


Contoh soal :

Dengan menggunakan informasi di bawah ini, buatlah rekonsiliasi bank per 31 desember 2015 untuk PT IASMM :
a. Saldo kas per 31 Desember 2015 menurut laporan bank adalah sebesar Rp66.611.190
b. Saldo kas per 31 Desember 2015 menurut catatan perusahaan adalah sebesar Rp56.679.510
c. Biaya bank untuk bulan Desember sebesar Rp39.000 belum dicatat oleh perusahaan
d. cek-cek yang masih beredar sampai dengan tanggal 31 desember 2015 adalah sebesar Rp6.357.060
e.  Pelunasan piutang dagang dari seorang langganan melalui bank pada tanggal 28 Desember 2015 belum dicatat perusahaan, jumlah pelunasan tersebut adalah sebesar Rp15.613.620
f. Setoran tanggal 30 desember 2015 sebesar Rp12.000.000 belum tercantum dalam laporan bank.

PT IASMM
REKONSILIASI BANK
PER 31 DESEMBER 2015

Saldo menurut bank                                                                   Rp66.611.190
ditambah :
Setoran perjalanan                                                                     Rp12.000.000 +
Jumlah                                                                                       Rp78.611.190

Dikurangi :                                                                   
Cek yang masih beredar                                                            Rp6.357.060 -

Saldo yang benar                                                                       Rp72.254.130


Saldo Menurut Perusahaan                                                      Rp56.679.510
ditambah : 
Pelunasan Piutang Dagang                                                       Rp15.613.620 +
Jumlah                                                                                       Rp72.293.130 

Dikurangi :                                                                    
Biaya bank                                                                                 Rp39.000  -


Saldo yang benar                                                                       Rp72.254.130

Rabu, 04 November 2015

PENGAWASAN TERHADAP KAS

Pengawasan berarti mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, Maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana-rencana.

Ada tiga tipe dasar pengawasan, yaitu:
1.      Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control).
Pengawasan ini dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Jadi, pendekatan pengawasan ini lebih aktif dan agresif, dengan mendeteksi masalah-masalah dan mengambil tindakan yang diperlukan sebelum suatu masalah terjadi.
2.      Concurrent Control.
Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan, Tipe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui terlebih dahulu atau sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan
3.      Pengawasan Umpan Balik (FeedBack Control).
Pengawasan ini dilakukan untuk mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Sebab penyimpangan dari rencana atau standar yang ditentukan, dan penemuan-penemuan diterapkan untuk kegiatan serupa dimasa yang akan datang. Pengawasan ini bersifat Historis, pengukuran dilakukan setelah kegiatan terjadi.
           B. Kas
            Kas (cash) merupakan salah satu unsur terpenting dalam laporan keuangan, karena keterlibatannya hampir dalam setiap transaksi perusahaan. Hal ini dikarenakan bahwa hampir semua/setiap transaksi bermula dan bermuara dengan kas, serta mengingat perannya sebagai alat tukar dan juga sebagai dasar pengukuran bagi unsur-unsur lainnya

  2.1            Fungsi Pengawasan Kas
Fungsi pengawasan kas secara umum antara lain ialah untuk menjamin terselenggaranya pencatatan kas yang akurat, tersimpannya kas dengan aman dan adanya pengeluaran kas yang dilakukan dan disyahkan oleh personil dan yang berwenang dan dengan jumlah yang benar.
Ciri-ciri dasar dari sebuah pengawasan kas adalah sebagai berikut :
a.       Secara khusus menetapkan tanggung jawab pengelolaan penerimaan kas.
b.      Pemisahaan pengelolaan dan pencatatan penerimaan kas.
c.       Mendepositokan seluruh kas yang diterima setiap hari.
d.      Sistem voucher untuk mengendalikan pembayaran kas.

Pemeriksaan intern dalam interval waktu yang tak terduga.  Pada dasarnya tujuan pengawasan kas adalah :
1.      Diperolehnya data atau informasi mengenai kas yang sebenarnya.
2.      Untuk mencek kecermatan antara dana dari catalan menurut pembukuan dengan saldo kas yang sebenarnya.
3.      Untuk mencek pelaksanaan kegiatan/aktivitas mengenai kas sehingga apabila terjadi penyimpangan dari sistem yang diterapkan dapat diambil tindakan koreksi.

TUGAS 4

Biaya modal adalah sebuah konsep dinamis yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor ekonomi dan perusahaan. Struktur dasar dari biaya modal...